Apa jadinya jika seorang Lulusan Teknik Kimia menjabat sebagai Puteri Indonesia Lingkungan? Kita mendapatkan sosok edukator yang paham bahwa menyelamatkan lingkungan butuh lebih dari sekadar niat baik dan butuh teknologi yang tepat serta model bisnis yang kuat.
Di episode CSF Podcast kali ini, kami berbincang dengan Vania F. Herlambang tentang perjalanannya dari seorang project engineer di bidang energi terbarukan hingga menjadi kreator konten sustainability di Bali.
Menjembatani Teknologi dan Realita
Vania membagikan poin penting: teknologi untuk mengatasi masalah lingkungan sebenarnya sudah ada. Mulai dari pirolisis untuk plastik hingga panel surya untuk energi. Namun, masalah sering muncul pada aspek sosial dan ekonomi.
“Inisiatif hijau harus berkelanjutan secara lingkungan sekaligus ekonomi. Tanpa model bisnis yang baik, teknologi secanggih apa pun akan mangkrak di tengah jalan.”
Menghadapi Darurat Sampah di Bali
Dengan ditutupnya TPA Suwung, Bali berada di titik kritis. Vania menekankan pentingnya perubahan dalam pengelolaan sampah:
- Desentralisasi: Menyelesaikan masalah sampah organik langsung dari dapur agar tidak perlu keluar rumah.
- Edukasi yang Merangkul: Pemerintah perlu membimbing warga, bukan sekadar memberikan beban, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan.
- Memberdayakan TPS3R: Memastikan fasilitas pengolahan sampah lokal punya “napas” yang panjang melalui pendanaan dan pengelolaan yang profesional.
Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan
Apakah Bali siap bergeser dari mass tourism ke quality tourism? Vania melihat potensi ini sangat besar. Wisatawan masa kini mulai bersedia membayar lebih untuk pengalaman yang berkelanjutan seperti menginap di vila bertenaga surya atau mengikuti tur budaya yang minim dampak lingkungan.